Mau Usaha tapi Kepentok Modal, Yuk Coba Cari dengan Platform Crowdfunding

Indonesia terkenal dengan semangat gotong royongnya dari sejak dulu kala. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gotong royong berarti bekerja bersama-sama, tolong-menolong dan saling bantu-membantu antara satu sama lain.

Tapi di zaman yang semakin modern dan egois ini, semangat gotong royong nampaknya semakin luntur. Benarkah seperti itu sekarang ini? Hmm… Kayaknya gak begitu juga deh! Di desa-desa pedalaman atau perkampungan, yang namanya semangat gotong royong masih terasa.

Luntur bukan berarti menghilang begitu saja lho. Bisa saja semangat tersebut berubah bentuk tanpa kehilangan maknanya.

Kurang lebih itulah makna crowdfunding (penggalangan dana bersama). Sistem crowdfunding berbasis internet yang pertama kali nongol di Amerika pada 2009 ini menitikberatkan pada partisipasi masyarakat untuk menyumbang sejumlah dana demi mewujudkan suatu ide atau proyek.

Nah, sistem yang sangat gotong royong bukan? Di sisi lain, pemberi dana/donatur bisa mendapat keuntungan yang ditawarkan oleh pembuat proyek. Pasalnya dalam berbisnis kamu gak cuma mengandalkan ide saja sebagai modal bisnis.

Uang atau pemodalan dalam membangun bisnis agar menghasilkan cuan juga sangat diperlukan lho. Jika rasanya modal yang kamu miliki untuk membangun bisnis kurang, sepertinya juga agak sulit nih buat mengembangkan usaha mu.

Ketika modal udah kepentok alias pas-pas, kamu susah nih buat melangkah melakukan inovasi padahal pesaing di sana udah lebih kencang berlari dalam menjalankan bisnisnya. Sistem penggalangan dana atau crowdfunding biasanya nih menjembatani pebisnis yang gak memiliki modal cukup tapi memiliki ide buat membangun sebuah proyek dan sebaliknya.

Cara kerja crowdfunding

Punya ide atau inovasi gak bakal bisa diwujudkan tanpa modal, pernah ada yang mengalami hal seperti ini? Namun sayangnya gak semua orang memiliki modal atau akses untuk meminjam modal, maka dari itu pentingnya ada equity crowdfunding dalam menjalankan sebuah bisnis.

Oleh karena itu dengan adanya crowdfunding bisa lho menyukseskan suatu program di kalangan tertentu untuk membangun sebuah bisnis. Jadi dalam berbisnis pun ada istilah soal penggalangan dana bagi orang yang pengin menjalankan atau mendirikan sebuah usaha.

Dengan crowdfunding kamu bisa mengumpulkan modal sekaligus memperkenalkan idemu ke khalayak ramai. Praktik ini memang gak melulu soal bisnis/usaha, cara ini bisa dilakukan juga berbagai kegiatan.

Sistem ini juga bisa digunakan untuk menggalang dana untuk kegiatan sosial, bantuan bencana alam, bantuan individu, pembuatan video dokumenter, musik, film dan sebagainya. Cara ini memang terbilang sangat membantu lantaran adanya kerjasama atau bahu-membahu buat penyelesaian suatu masalah.

Bagaimana caranya agar berhasil menggalang dana?

  1. Buat proposal semenarik mungkin

Buatlah proposal semenarik dan seinteraktif mungkin agar dapat menarik perhatian investor atau sponsor yang bakal menjadi donatur kegiatanmu. Proposal yang kamu buat nantinya bisa dengan menggunakan teks, video atau slideshow.

Intinya kamu harus menjelaskan apa tujuan utamamu dengan storytelling yang bersemangat tapi gak berlebihan dan gak terlalu sentimentil.

Jelaskan secara mendetail agar masyarakat bisa menilai manfaat dari proyekmu. Jika proposal cuma menarik dari sisi luar sementara inti proyekmu kurang mengena,  ya bisa-bisa masyarakat enggan berpartisipasi.

  1. Unggah ke situs crowdfunding

Cari situs crowdfunding yang sekiranya bonafit untuk mengakomodir kampanye. Saat ini sudah banyak startup crowdfunding Indonesia yang terpercaya salah satunya adalah Amartha.

Dengan memiliki pertemanan cukup luas, kamu juga bisa lho mencari situs penggalangan dana yang menpunyai kredibilitasnya. Hal ini lantaran agar apa yang kamu impikan dapat terwujud sesuai dengan keinginan.

  1. Pantau kampanyemu

Kalau sudah berhasil mengunggah, pantau terus kampanye yang sedang kamu galakkan. Jangan lantas leha-leha dan menunggu uluran tangan jadi mau gak mau kamu juga mesti memantau apa yang sedang dilakukan.

Memantau ini bisa diartikan sebagai user-engagement juga. Kalau ada pertanyaan seputar proyekmu, jelaskan dengan gamblang secara merinci dan gak melenceng dari apa yang sudah kamu canangkan dari awal.

  1. Selalu update kampanyemu

Selalu update kampanyemu jika mengalami sebuah progres. Ini diperlukan agar masyarakat tahu bahwa proyek tersebut aktif dan kamu memiliki semangat membara untuk menjalankannya.

  1. Promosi

Jangan sungkan berpromosi agar apa yang kamu lakukan dapat diketahui oleh banyak orang. Yang terpenting dari crowdfunding adalah jaringan. Mulailah berpromosi mulai dari anggota keluarga dan teman-teman terdekat dulu, agar buat melakukan perkenalan sangat mudah.

Gunakan juga kecanggihan sosial media saat ini untuk mengabarkan kampanyemu. Dengan memanfaatkan sosial media yang saat ini tengah menjadi tren, kamu bisa banget nih mengenalkan apa yang sedang dilakukan.