Mengenal Tentang Konservasi Lingkungan

Konservasi lingkungan adalah upaya manusia untuk melestarikan atau melindungi lingkungan dan alam. Konservasi merupakan pelestarian atau perlindungan. Jadi upaya dalam melakukan konservasi penting agar lingkungan dan alam tetap sehat. Menurut ilmu lingkungan, konservasi dapat diartikan sebagai berikut.

  1. Upaya pengurangan konsumsi energi dengan meningkatkan efisiensi penggunaan, produksi, transmisi atau distribusi energi dengan tetap memberikan tingkat pelayanan yang sama.
  2. Perlindungan yang hati-hati dan pemanfaatan lingkungan dan sumber daya alam (fisik) secara rasional.
  3. pengelolaan kuantitas tertentu yang stabil selama reaksi kimia atau transformasi fisik.
  4. Upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan jangka panjang.
  5. Keyakinan bahwa habitat alami suatu daerah dapat dikelola dan bahwa keragaman genetik suatu spesies dapat dihasilkan dari pemeliharaan lingkungan alamnya.

Kegiatan Konservasi

Kegiatan konservasi selalu berkaitan dengan wilayah, dan wilayah itu sendiri memiliki arti wilayah dengan fungsi utama lindung dan budidaya. Kawasan lindung adalah kawasan yang fungsi utamanya menjaga kelestarian lingkungan hidup, termasuk sumber daya alam dan buatan serta nilai sejarah dan budaya suatu negara untuk pembangunan berkelanjutan.

Kawasan budidaya merupakan kawasan yang diperuntukkan untuk budidaya fungsi-fungsi utama berdasarkan status dan potensi sumber daya alam, manusia, dan buatan. Sekarang ini juga sudah banyak dibentuk kawasan budidaya di Indonesia baik itu budidaya flora maupun fauna.

Konservasi lingkungan juga dapat dilihat dari sudut pandang ekonomi dan ekologi, di mana konservasi dari sudut pandang ekonomi mengacu pada upaya untuk mengalokasikan sumber daya alam saat ini, dan dari sudut pandang ekologi yaitu konservasi sumber daya alam mengacu pada alokasi sumber daya alam untuk masa kini dan masa depan.

Dengan mengingat hal itu, konservasi didefinisikan dalam beberapa istilah. Konservasi sumber daya alam di Indonesia mulai mendapat perhatian pada tahun 1970-an. Sejak saat itu, konservasi sumber daya alam di Indonesia mulai berkembang. Tujuan konservasi adalah tentunya untuk membantu memelihara proses ekologi penting dan sistem pendukung kehidupan, memastikan keragaman genetik, dan konservasi pemanfaatan spesies dan ekosistem.

Di Asia Timur, Konservasi Sumber Daya Alam Hayati (KSDAH) dimulai pada masa pemerintahan Raja Ashoka (252 SM), ketika kebutuhan untuk melindungi satwa liar, ikan dan hutan dideklarasikan. Sedangkan di Inggris, saat itu Raja William I (1804 M) memerintahkan para pembantunya untuk menyiapkan sebuah buku berjudul The Doomsday Book, yang berisi daftar kekayaan alam kerajaan tersebut.

Secara umum, Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (KSDAL) adalah pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, yang digunakan secara bijaksana untuk menjamin kelangsungan pasokan dengan tetap menjaga dan meningkatkan nilai dan kualitas sumber daya alam.

Di Indonesia, kegiatan perlindungan harus dilakukan antar lintas sektor dan aktor. Pemerintah dan masyarakat (termasuk sektor publik dan swasta, organisasi non-pemerintah dan universitas) dan institusi lain wajib bekerja sama dalam menjalankan konservasi lingkungan yang nantinya juga tentu akan berdampak baik kepada diri sendiri dan tentunya pada makhluk hidup sekitar.

Konservasi lingkungan sudah dijalankan sejak lama dalam upaya melindungi dan melestarikan lingkungan dan alam.