Perbedaan Paling Mendasar dari Fintech Legal dan Fintech Ilegal

Fintech merupakan salah satu sektor yang berjalan di bidang teknologi. Fintech sendiri merupakan singkatan dari finansial technology yang artinya adalah teknologi keuangan. Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa fintech merupakan inovasi teknologi yang dikembangkan dalam bidang finansial.

Perbedaan Fintech Legal dan Ilegal

Saat ini, fintech banyak diminati karena kemudahan yang ditawarkan. Namun sayangnya, seiring dengan semakin canggihnya teknologi membuat semakin banyak fintech ilegal yang meresahkan masyarakat. Untuk itu, Anda perlu memahami apa saja yang menjadi perbedaan mendasar dari fintech ilegal dan yang legal.

1. Fintech Legal

Tentunya ada beberapa hal yang membedakan antara fintech ilegal dan legal. Berikut ini adalah ciri dari fintech legal yang perlu Anda ketahui.

  • Bunga dan Denda

Fintech legal diwajibkan untuk memberikan informasi mengenai bunga dan denda dengan maksimal yang dibebankan kepada peminjam. AFPI juga mengatur mengenai biaya pinjaman dengan maksimal 0,8 persen untuk per harinya, dan total keseluruhan biaya termasuk dengan dendanya adalah 100 persen dari nilai pokok pinjaman nasabah.

  • Pengawas

Fintech legal ini sudah terdaftar di OJK dan berada dalam pengawasan lembaga yang sangat memperhatikan aspek perlindungan konsumennya.

  • Cara Penagihan

Fintech legal tentunya wajib untuk mengikuti sertifikasi tenaga peagih yang dilakukan oleh AFPI.

  • Kepatuhan Peraturan

Fintech legal wajib tunduk dan taat pada peraturan yang berlaku, baik POJK maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Lokasi Kantor

Fintech legal memiliki alamat kantor yang jelas. Bahkan, alamat kantornya sudah disurvei oleh OJK dan bisa dengan mudah Anda temukan melalui penelusuran Google.

  • Syarat Peminjaman

Dengan meminjam di fintech legal maka Anda perlu untuk mengetahui tujuan pinaman terlebih dahulu, serta harus melengkapi persyaratan dengan dokumen yang valid untuk melakukan kredit scoring.

  • Asosiasi

Perusahaan fintech legal wajib menjadi anggota AFPI.

2. Fintech Ilegal

Selain ci dari fintech legal, Anda juga harus memahami ciri dari fintech ilegal agar bisa menjauhinya jika sudah mengetahui bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan ilegal.

  • Bunga dan Denda

Untuk perusahaan fintech ilegal, bunga dan denda yang ditetapkan sangatlah besar, serta tidak transparan.

  • Pengawas

Dalam perusahaan fintech ilegal tidak terdapat regulator, khususnya yang bertugas untuk mengawasi kegiatannya tersebut.

  • Cara Penagihan

Fintech ilegal melakukan penagihan dengan cara yang kasar, cenderung mengancam dalam bahasanya, tidak memiliki rasa kemanusiaan, dan sangat bertentangan dengan hukum.

  • Kepatuhan Akan Peraturan

Fintech ilegal ini sering melakukan kegiatan dengan tanpa mau tunduk dan patuh terhadap peraturan yang berlaku, baik peraturan dari pihak OJK maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Lokasi Kantor

Fintech ilegal tidak memiliki alamat kantor yang jelas dan bisa jadi berada di luar negeri.

  • Syarat Peminjaman

Perusahaan fintech ilegal ini cenderung sangat mudah, bahkan tanpa menanyakan keperluan peminjaman yang dilakukan oleh pihak peminjam.

  • Asosiasi

Fintech ilegal tidak memiliki asosiasi dan tidak bisa menjadi aggota AFPI.

Agar Anda bisa memilih Fintech Indonesia yang legal, maka Anda bisa mencari informasi tentang perbedaan dari fintech legal dan ilegal ini melalui Dunia Fintech. Mengapa harus Dunia Fintech? Karena Dunia Fintech merupakan wadah informasi yang berisikan tentang fintech secara lebih lengkap dan lebih luas.